Politik dan Pemuda Indonesia :
Riset menarik yang dilakukan oleh AIESEC dan Youthlab Indonesia menyebutkan bahwa saat senggang dan bosan adalah prime time anak-anak muda Bandung mengecek akun social media mereka. Secara kognitif, keadaan pikiran berada pada fase rileks atau jenuh (saat bosan). Oleh karena itu yang dilakukan saat mengecek akun social media hanyalah melihat sesekali Lini Masa dan memperhatikan penuh pada tweet yang santai, kocak, atau dekat dengan keadaan mereka saat itu.
Keadaan senggang dan bosan akan menyebabkan semakin resistennya anak-anak muda saat membaca hal yang berkaitan dengan politik atau korupsi di pemerintahan. Ditambah oleh pelaku politik dan pembuat kebijakan yang selalu membicarakan hal-hal abstrak dan sulit dimengerti oleh kaum muda bukan pemerhati politik. 
Oleh karena itu, akan lebih baik jika para pelaku politik dan pembuat kebijakan berusaha mengikat diri dengan anak muda dengan cara menjadi diri sendiri dan tidak terjebak dalam usaha pencitraan yang seolah hanya membicarakan hal-ha yang sifatnya abstrak dan “ingin dicap pintar atau mumpuni”. Penting sekali jika politisi juga berbicara hal-hal yang sifatnya membumi, yang juga dirasakan oleh kaum muda kebanyakan untuk memperkecil resistensi mereka dengan dunia politik dan pemerintahan.
Cheers! :D

Politik dan Pemuda Indonesia :

Riset menarik yang dilakukan oleh AIESEC dan Youthlab Indonesia menyebutkan bahwa saat senggang dan bosan adalah prime time anak-anak muda Bandung mengecek akun social media mereka. Secara kognitif, keadaan pikiran berada pada fase rileks atau jenuh (saat bosan). Oleh karena itu yang dilakukan saat mengecek akun social media hanyalah melihat sesekali Lini Masa dan memperhatikan penuh pada tweet yang santai, kocak, atau dekat dengan keadaan mereka saat itu.

Keadaan senggang dan bosan akan menyebabkan semakin resistennya anak-anak muda saat membaca hal yang berkaitan dengan politik atau korupsi di pemerintahan. Ditambah oleh pelaku politik dan pembuat kebijakan yang selalu membicarakan hal-hal abstrak dan sulit dimengerti oleh kaum muda bukan pemerhati politik. 

Oleh karena itu, akan lebih baik jika para pelaku politik dan pembuat kebijakan berusaha mengikat diri dengan anak muda dengan cara menjadi diri sendiri dan tidak terjebak dalam usaha pencitraan yang seolah hanya membicarakan hal-ha yang sifatnya abstrak dan “ingin dicap pintar atau mumpuni”. Penting sekali jika politisi juga berbicara hal-hal yang sifatnya membumi, yang juga dirasakan oleh kaum muda kebanyakan untuk memperkecil resistensi mereka dengan dunia politik dan pemerintahan.

Cheers! :D

"Pemuda sudah saatnya speak-up. Sayangnya, tidak banyak yang berani gambling dan memiliki modal cukup untuk berada di ranah politik praktis. Itu sungguh sangat disayangkan. Tapi, dalam memberikan sikap politik, atau berpartisipasi secara politis, pemuda harus berani. Entah dengan aksi, petisi, maupun hal-hal konkrit yang mendukung sikap politiknya (misal, menjadi seorang marhaen)"

Shefti Latiefah 

 Mahasiswi Tingkat Akhir Universitas Paramadina

Initiator of Save Street Child


Surat untuk Mr. Obama

Politik dan Pemuda Indonesia 

Saya menemukan artikel menarik berjudul “Mr.Obama, Put our youth to Work.

Kalau di Indonesia Obama terlihat sangat “kinclong”, tapi tidak di negrinya sendiri. Artikel ini mengungkapkan keresahan warga Amerika terkait persentase pengangguran yang mencapai 12%.

Para lulusan dari universitas-universitas ternama seperti University of California,Barkeley, dll tercatat tidak bekerja selayaknya latar belakang pendidikan mereka.

Melalui surat terbuka ini, sang penulis menyarankan program  Y.E.S. (Youth Engaged in Service) untuk dimodifikasi. Setiap pemuda yang lulus dari SMA diharapkan mengikuti program magang selama setahun terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan perukuliahan apa yang akan mereka ambil. 

Jann Gumbiner, sang penulis menyudahi suratnya dengan seruan

Put our youth to work!”

Well, gagasan yang cukup menarik. Bagaimana dengan pemuda Indonesia?

*complete article on http://bitly.com/mhh3Mp

Tags: youth speak

Pemuda dan Politik Indonesia:

Semoga Om Freddy membaca curhatan ini :)

Pemuda dan Politik Indonesia
Listen to Rezzy’s voice!

Pemuda dan Politik Indonesia

Listen to Rezzy’s voice!